Menutup Karier Di Basel Jadi Akhir Yang Ideal Bagi Stan Wawrinka

Berita24Jam.ID –

Berita Tenis: Stan Wawrinka mengerahkan semua yang ia miliki sampai akhir dan menginjak usia 41 tahun, ia akhirnya menutup karier tenis yang gemilang di Swiss Indoors Basel musim 2026.

Setelah menghabiskan musim pamungkas dalam kariernya dengan mengucapkan selamat tinggal kepada sejumlah turnamen yang membentuk kariernya, petenis berkebangsaan Swiss menyisakan salah satu perpisahan paling emosional untuk yang terakhir, yaitu mengakhiri kariernya di Basel, dikelilingi keluarga, tim, dan teman-temannya.

Sebagai mantan petenis peringkat 3 dunia dan mengantongi tiga gelar Grand Slam, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengapresiasi semua hal yang telah tenis berikan kepadanya dan meninggalkan dunia tenis sesuai keinginannya.

“Saya selalu bermimpi bisa menyelesaikannya dengan perasaan positif, tetap kompetitif, dan itu yang bisa saya lakukan,” ungkap Wawrinka. “Musim ini telah menjadi musim yang mengagumkan dengan sejumlah emosi yang luar biasa, banyak kesedihan di setiap turnamen, di mana anda mengucapkan selamat tinggal. Tetapi ini jauh lebih lebih indah daripada yang bisa saya impikan, daripada yang bisa saya bayangkan.”

“Saya telah menerima banyak cinta, saya telah merasakan begitu banyak emosi di musim terakhir saya saat berusia 41 tahun, tetap merasa kompetitif. Saya telah bertanding melawan petenis terbaik dunia, saya juga telah bertanding melawan petenis-petenis belia. Saya telah melakoni pertandingan yang sangat apik. Bagi saya, ini akhir yang ideal.”

Semua emosi telah menyelimutinya sejak awal pekan ini ketika ia mendapatkan tribut dengan upacara perpisahan di lapangan utama Swiss Indoors. Kepada penonton yang memadati arena, ia merenungkan kariernya sebelum menerima sejumlah pesan dari rivalnya, seperti Roger Federer dan Novak Djokovic, dan juga tribut menyentuh dari orang tuanya.

“Mendapatkan kesempatan untuk menjalani upacara seperti yang berlangsung kemarin, dengan begitu banyak kasih sayang dari penonton, para penggemar, pihak penyelenggara turnamen, serta semua orang yang telah mendampingi selama bermusim-musim ini, adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan beberapa musim lalu,” tutur Wawrinka.

“Oleh karena itu, ada air mata, tentu saja, besok akan ada rasa ‘mabuk’, bukan sekadar karena alkohol atau belum tentu karena alkohol, melainkan karena kesedihan. Namun, sebagai seorang atlet, anda tahu bahwa momen seperti ini pasti akan tiba suatu hari nanti.”

Di sepanjang kariernya, ia telah memenangkan 16 gelar turnamen ATP, mencatatkan 590 kemenangan pertandingan, serta meraih medali emas Olimpiade di nomor ganda bersama Federer di Beijing pada tahun 2008. Namun, saat diminta mengenang momen-momen yang paling berarti baginya, ia dengan cepat menyoroti pengalamannya mewakili Swiss di Davis Cup, sebuah turnamen yang akhirnya ia menangkan pada musim 2014.

“Saya beruntung memiliki banyak pilihan,” tukas Wawrinka. “Banyak sekali yang bisa saya sebutkan. Tentu saja, ada gelar-gelar Grand Slam. Saat memulai karier, impian saya adalah bisa bermain di Grand Slam, masuk ke dalam peringkat 100 besar, dan terus berkembang. Namun, salah satu impian terbesar saya adalah bisa tampil di Davis Cup. Davis Cup selalu menjadi impian bagi saya.”

Basel menjadi panggung terakhir bagi Wawrinka untuk mengucapkan salam perpisahan dan publik Swiss memastikan bahwa ia pergi dengan merasakan betapa besarnya rasa terima kasih mereka. Meski hasil akhir pertandingan dimenangkan oleh Jiri Lehecka, malam itu sepenuhnya milik petenis tuan rumah.

Artikel Tag: roger federer, olimpiade, stan wawrinka, davis cup, swiss indoors

Published by Berita24Jam.ID at https://www.ligaolahraga.com/tenis/tutup-karier-di-basel-jadi-akhir-yang-ideal-bagi-stan-wawrinka



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *