Aksi Ramadhan, Civitas Universitas Mangku Wiyata Tebar Takjil di Cilegon – Berita24Jam

Cilegon, Berita24Jam.ID — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 2026 diwujudkan oleh civitas akademika Universitas Mangku Wiyata melalui kegiatan sosial pembagian takjil kepada masyarakat di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Aksi kemanusiaan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi serta para dosen, menjadikannya sebagai momentum kebersamaan antara kampus dan warga sekitar.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan universitas yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ratusan paket takjil berisi makanan dan minuman ringan disiapkan secara gotong royong oleh mahasiswa dan tenaga pendidik. Paket-paket tersebut kemudian dibagikan kepada pengguna jalan, pekerja, serta masyarakat yang melintas di sejumlah titik strategis menjelang waktu berbuka puasa.

Suasana penuh kehangatan tampak selama kegiatan berlangsung. Para mahasiswa turun langsung ke lapangan, menyapa warga dengan senyum ramah sambil menyerahkan paket berbuka. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, terutama dari para pengendara dan pejalan kaki yang merasa terbantu dengan adanya makanan ringan untuk membatalkan puasa di tengah kesibukan.

Kegiatan sosial ini melibatkan sejumlah program studi di lingkungan Universitas Mangku Wiyata, antara lain Pendidikan Jasmani, Teknik Mesin, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), D3 Farmasi, Teknik Sipil, dan Teknik Informatika.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial menjadi nilai bersama yang ditanamkan kepada seluruh mahasiswa, tidak terbatas pada bidang akademik tertentu.

Selain sebagai aksi berbagi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran karakter. Mahasiswa diajak untuk mengasah empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang kuat.

Ketua panitia kegiatan, Aditya Trinanda, M.Pd., AIFMO, menjelaskan bahwa program berbagi takjil merupakan agenda tahunan yang selalu mendapat respons positif. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter mahasiswa melalui pengalaman langsung di masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam menyiapkan menu berbuka puasa, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa dan dosen untuk menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi di bulan suci,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dosen dalam kegiatan ini menjadi bentuk keteladanan bagi mahasiswa. Kehadiran tenaga pendidik di tengah masyarakat menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang aktif.

Pembagian takjil dilakukan di beberapa lokasi dengan mobilitas tinggi di Kota Cilegon, terutama area yang ramai menjelang waktu berbuka. Pemilihan titik distribusi mempertimbangkan kemudahan akses bagi masyarakat serta potensi dampak yang lebih luas. Dengan cara ini, paket yang disiapkan dapat tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Sejumlah warga yang menerima takjil menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif tersebut. Mereka mengaku terbantu, terutama bagi yang masih berada di perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka. Beberapa di antaranya bahkan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang.

Apresiasi dari masyarakat menjadi indikator bahwa kegiatan ini memberikan dampak nyata. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis.

Bagi Universitas Mangku Wiyata, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan peran sosialnya. Kampus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat langsung, sejalan dengan visi untuk mencetak generasi yang cerdas, peduli, dan berakhlak.

Momentum Ramadhan dinilai tepat untuk memperkuat nilai-nilai tersebut. Bulan suci yang identik dengan kepedulian dan berbagi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ajaran moral dan kemanusiaan yang selama ini dipelajari secara teoritis di bangku kuliah.

Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara universitas dan masyarakat sekitar. Interaksi langsung di lapangan menciptakan kedekatan emosional yang sulit diperoleh melalui kegiatan formal di lingkungan kampus. Kehadiran mahasiswa di tengah warga menunjukkan bahwa dunia akademik tidak terpisah dari realitas sosial.

Pihak universitas berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang, baik dari segi jumlah paket yang dibagikan maupun cakupan wilayah penerima manfaat. Dengan dukungan berbagai pihak, program sosial Ramadhan ini diharapkan menjadi tradisi yang berkelanjutan dan memberikan dampak yang semakin luas setiap tahunnya.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Universitas Mangku Wiyata kembali menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Di tengah dinamika kehidupan modern, nilai berbagi tetap menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.

(Vhio)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

Post Views: 15

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *