Purbaya Surabaya Bidik Juara Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta – Berita24Jam

SURABAYA, Berita24Jam.ID. – Semangat pelestarian budaya kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Surabaya. Melalui dukungan penuh terhadap para seniman daerah, Pemkot Surabaya secara resmi melepas keberangkatan Persatuan Unit-unit Reog Surabaya (Purbaya) untuk mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo.

Ajang budaya bergengsi tingkat nasional yang tahun ini mengusung tema “Reogvolution” tersebut menjadi panggung penting bagi para pelaku seni reog dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan kualitas, kreativitas, sekaligus komitmen mereka dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Keikutsertaan Purbaya tidak sekadar membawa nama Kota Surabaya dalam sebuah kompetisi seni. Lebih dari itu, kontingen ini mengemban misi besar untuk memperkuat eksistensi seni reog di luar daerah asalnya sekaligus memperkenalkan karakter reog pesisiran yang berkembang di Kota Pahlawan.

Prosesi pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Asisten I Pemerintah Kota Surabaya, Mohammad Fikser, pada Jumat (12/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Fikser menegaskan bahwa pemerintah kota memberikan dukungan penuh kepada seluruh anggota Purbaya yang akan berlaga memperebutkan Piala Presiden pada Festival Nasional Reog Ponorogo.

Menurutnya, partisipasi dalam festival nasional bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, melestarikan, dan mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan penuh kepada Purbaya. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Surabaya,” ujar Fikser.

Komitmen Pemkot Surabaya terhadap pelestarian budaya, khususnya seni reog, juga diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata. Salah satunya adalah rencana penyediaan fasilitas latihan berupa gedung serbaguna milik pemerintah kota yang berada di kawasan MERR.

Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara rutin oleh para pelaku seni reog di bawah naungan Purbaya untuk meningkatkan kualitas latihan dan regenerasi seniman muda.

Fikser turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat Ponorogo, para pelestari budaya, serta komunitas reog di Surabaya yang selama ini berperan aktif menjaga keberlangsungan kesenian tradisional tersebut.

Ia menegaskan bahwa Purbaya merupakan organisasi seni yang berada dalam pembinaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya. Karena itu, keberadaan kelompok seni tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan kebudayaan daerah.

Menurut Fikser, perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap kesenian reog selama ini sangat besar. Bahkan, seni reog hampir selalu mendapat ruang utama dalam berbagai kegiatan resmi maupun agenda budaya yang diselenggarakan pemerintah kota.

“Di setiap acara, reog selalu menjadi tampilan seni utama yang mendapat kesempatan untuk dimunculkan. Di luar Ponorogo sebagai daerah asal reog, Surabaya memiliki perhatian luar biasa terhadap kesenian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Purbaya Budi Sutrisno mengungkapkan bahwa seluruh anggota telah menjalani persiapan secara intensif selama lebih dari dua bulan. Berbagai materi pertunjukan telah dimatangkan untuk menghadapi persaingan ketat yang dipastikan hadir dalam festival nasional tersebut.

Latihan rutin dilakukan dengan melibatkan pelatih berpengalaman guna meningkatkan kualitas penampilan kontingen Surabaya. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertunjukan, tetapi juga kekompakan tim serta penguatan karakter penampilan yang menjadi ciri khas Purbaya.

“Kami telah berlatih secara serius selama lebih dari dua bulan. Dengan dukungan dari Pemkot Surabaya dan kerja keras seluruh anggota, kami optimistis dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan,” kata Budi.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Selain didukung persiapan yang matang, sejumlah anggota Purbaya juga memiliki pengalaman tampil dalam berbagai festival seni budaya sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi yang mempertemukan kelompok-kelompok reog terbaik dari berbagai daerah.

Budi menargetkan Purbaya minimal mampu menembus posisi lima besar dalam Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI. Target tersebut dinilai realistis mengingat kesiapan tim yang semakin matang menjelang pelaksanaan festival.

Keyakinan serupa disampaikan oleh Pembina Purbaya, Sugiri Heru Sangoko. Ia meminta seluruh anggota kontingen Surabaya tampil percaya diri, menunjukkan semangat juang khas Kota Pahlawan, serta tidak terbebani oleh tekanan kompetisi.

Menurutnya, Festival Nasional Reog Ponorogo merupakan momentum yang sangat dinantikan para seniman reog setiap tahunnya. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjukkan kualitas seni dan kreativitas yang dimiliki.

“Festival ini merupakan momen yang paling ditunggu. Para pemain sudah melakukan persiapan matang, baik latihan selama lebih dari dua bulan maupun mendatangkan pelatih terbaik,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para seniman, pihak pembina maupun Pemerintah Kota Surabaya juga telah menyiapkan apresiasi khusus bagi kontingen yang mampu meraih prestasi membanggakan.

Bahkan, Mohammad Fikser mengungkapkan bahwa Wali Kota Surabaya telah menyiapkan bonus sebesar Rp100 juta apabila Purbaya berhasil meraih juara pertama dalam Festival Nasional Reog Ponorogo 2026.

Selain bonus utama tersebut, sejumlah bentuk penghargaan lain juga disiapkan untuk memberikan motivasi tambahan kepada para peserta agar tampil maksimal selama kompetisi berlangsung.

“Pak Wali Kota memberikan bonus 100 juta untuk tim Purbaya bila juara 1. Ada pula bonus-bonus lain yang disiapkan untuk menyemangati tim. Mudah-mudahan di Festival Reog Nasional di Ponorogo ini, tim Surabaya bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkas Fikser.

Purbyaareog

Festival Nasional Reog Ponorogo sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang telah menjadi barometer perkembangan seni reog di Indonesia. Kegiatan ini selalu menjadi daya tarik utama dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro dan diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi.

Kehadiran Purbaya dalam festival tahun ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antardaerah. Melalui panggung nasional tersebut, Surabaya berupaya menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya tradisional tetap tumbuh kuat di tengah perkembangan zaman.

Dengan persiapan yang matang, dukungan penuh pemerintah daerah, serta semangat para seniman yang tinggi, Purbaya kini membawa harapan besar masyarakat Surabaya untuk mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama Kota Pahlawan di panggung Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI tahun 2026.

(SIGITSANTOSO)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

Post Views: 11

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *