36 Tersangka Diamankan – Berita24Jam

Labuhanbatu Selatan, Berita24Jam.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan berhasil mengungkap puluhan kasus peredaran narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik 2026. Dalam operasi yang berlangsung selama hampir tiga minggu, aparat berhasil mengamankan ratusan gram sabu serta puluhan tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum setempat.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam kegiatan press release resmi yang digelar di halaman Mapolres Labuhanbatu Selatan, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Labuhanbatu Selatan, KOMPOL Moch Guntur Priyantoko, S.H., M.H., mewakili Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si.K.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Polres Labuhanbatu Selatan, di antaranya Kabag Ops AKP Nelson Silalahi, S.H., Kasatres Narkoba AKP Sahat M. Lumban Gaol, S.H., M.H., Kasi Humas AKP Sujono, Kasi Propam AKP DP Tarigan, KBO Satres Narkoba IPDA Imam, serta personel Satres Narkoba dan Si Propam.

30 Kasus Narkotika Terungkap dalam Operasi Antik 2026
Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolres menjelaskan bahwa Operasi Antik 2026 yang dilaksanakan sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026 membuahkan hasil signifikan. Selama periode tersebut, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan berhasil mengungkap 30 kasus tindak pidana narkotika.

Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan 36 orang tersangka yang terdiri dari berbagai peran dalam jaringan peredaran narkotika. Rinciannya, sebanyak 7 orang berstatus bandar, 28 orang sebagai pengedar, dan 1 orang sebagai pengguna.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 189,50 gram. Barang bukti tersebut diduga kuat berasal dari jaringan peredaran yang beroperasi lintas wilayah.

Penurunan Kasus Tidak Turunkan Komitmen Kepolisian
Wakapolres Labuhanbatu Selatan KOMPOL Moch Guntur Priyantoko menegaskan bahwa meskipun terdapat penurunan sekitar dua persen dalam jumlah pengungkapan kasus dibandingkan periode sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi intensitas dan komitmen kepolisian dalam pemberantasan narkotika.

Menurutnya, capaian ini justru menunjukkan bahwa pola peredaran narkotika semakin dinamis, sehingga membutuhkan strategi penegakan hukum yang lebih adaptif dan berbasis intelijen.

“Setiap pengungkapan kasus adalah hasil kerja keras anggota di lapangan, mulai dari penyelidikan, pengumpulan informasi, hingga tindakan penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkotika,” ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Ia menegaskan bahwa setiap gram narkotika yang berhasil disita memiliki makna penting dalam upaya menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Narkotika bukan hanya merusak individu, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, hingga masa depan bangsa,” tegasnya.

Peran Masyarakat Dinilai Sangat Penting
Dalam kesempatan yang sama, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Kapolres Labuhanbatu Selatan melalui Wakapolres menyampaikan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan informasi dari masyarakat.

Pihaknya secara terbuka mengajak masyarakat untuk berani melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya aktivitas narkoba. Informasi sekecil apa pun sangat membantu kami dalam melakukan tindakan pencegahan dan penindakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk layanan cepat tanggap, Polres Labuhanbatu Selatan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan ini disiapkan sebagai kanal resmi pelaporan dugaan tindak pidana, termasuk narkotika.

Apresiasi untuk Partisipasi Publik
Di akhir keterangannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini telah berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tidak lepas dari sinergi antara aparat dan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berani memberikan informasi, baik melalui Call Center 110 maupun secara langsung. Sinergi ini sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkoba di Labuhanbatu Selatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkotika.

labuhanbatu selatan

Fokus Pemberantasan Narkoba Tetap Diperkuat
Dengan hasil pengungkapan selama Operasi Antik 2026 ini, Polres Labuhanbatu Selatan menegaskan bahwa pemberantasan narkoba akan terus menjadi prioritas utama. Strategi penegakan hukum akan terus diperkuat melalui peningkatan intelijen, patroli, serta pengembangan jaringan informasi di lapangan.

Kepolisian juga menekankan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Tanpa partisipasi publik, upaya pemberantasan tidak akan berjalan maksimal.

Operasi Antik 2026 menjadi bukti bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di wilayah Labuhanbatu Selatan. Namun di sisi lain, keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian terus bekerja aktif dalam menekan ruang gerak jaringan narkoba.

(Nurhabibah)

Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G

Post Views: 30

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *