Danrem 063/SGJ Terima Kunjungan PWCR dan Yayasan SGJ, Perkuat Sinergi – Berita24Jam
Kota Cirebon, Berita24Jam.ID – Upaya memperkuat kolaborasi antara aparat teritorial, insan pers, dan tokoh masyarakat terus digencarkan. Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menerima kunjungan silaturahmi dari Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) bersama Yayasan Sunan Gunung Jati Kasultanan Cirebon di Lobby Makorem 063/SGJ.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun komunikasi lintas sektor yang lebih solid di wilayah Cirebon Raya. Dalam konteks dinamika sosial yang semakin kompleks, sinergi antara TNI, media, dan tokoh masyarakat dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Danrem 063/SGJ hadir didampingi Kasrem Letkol Inf M. Yusron serta para kepala seksi (Kasi) Korem. Sementara rombongan tamu dipimpin oleh Ketua Yayasan Sunan Gunung Jati Kasultanan Cirebon, Muhamad Lukman, bersama Ketua PWCR Bambang Eko.
Bangun Komunikasi Strategis
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Danrem menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi yang terbuka dan produktif. Menurutnya, hubungan yang kuat antara TNI, media, dan elemen masyarakat akan menciptakan ekosistem yang sehat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Ia menilai bahwa media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat luas. Sementara itu, tokoh masyarakat berperan sebagai penguat nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan bersama.
“Sinergitas antara TNI, insan pers, dan tokoh masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kebersamaan demi kemajuan Cirebon Raya,” ujar Danrem dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang semakin relevan di tengah tantangan informasi dan dinamika sosial yang berkembang cepat.
Peran Media Semakin Vital
Kehadiran PWCR dalam pertemuan ini menegaskan posisi strategis media lokal dalam mendukung stabilitas daerah. Di era digital saat ini, arus informasi yang cepat dapat menjadi pedang bermata dua—di satu sisi mempercepat penyebaran informasi positif, namun di sisi lain berpotensi memicu disinformasi jika tidak dikelola dengan baik.
Oleh karena itu, kerja sama antara institusi TNI dan insan pers menjadi semakin penting. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun opini publik yang konstruktif.
Ketua PWCR Bambang Eko menyambut baik upaya sinergi ini. Ia menegaskan komitmen wartawan di Cirebon Raya untuk terus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendukung stabilitas wilayah.
Tokoh Masyarakat sebagai Pilar Sosial
Selain media, kehadiran Yayasan Sunan Gunung Jati Kasultanan Cirebon juga memiliki makna strategis. Sebagai representasi tokoh masyarakat dan budaya, yayasan ini memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua Yayasan, Muhamad Lukman, menilai bahwa kolaborasi dengan TNI dan media akan memperkuat upaya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Cirebon Raya.
Menurutnya, pendekatan berbasis budaya dan komunikasi yang baik dapat menjadi solusi dalam meredam potensi konflik sekaligus memperkuat persatuan.
Sinergi untuk Stabilitas dan Pembangunan
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas lintas sektor. Dalam konteks pembangunan daerah, stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama. Tanpa kondisi yang kondusif, program pembangunan tidak akan berjalan optimal.
Di sinilah peran TNI sebagai aparat kewilayahan menjadi sangat penting, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.
Kolaborasi dengan media dan tokoh masyarakat menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat diterima dan didukung oleh masyarakat.
Komitmen Bersama
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang mencerminkan hubungan yang sudah terjalin baik. Tidak ada sekat formalitas yang kaku, melainkan dialog terbuka yang memperkuat rasa saling percaya.
Pertemuan ini juga menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi dan kerja sama ke depan. Sinergi yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi diharapkan berlanjut dalam berbagai program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tantangan ke Depan
Meski suasana pertemuan berlangsung positif, tantangan ke depan tidak bisa dianggap ringan. Perkembangan teknologi informasi, dinamika politik, serta perubahan sosial menuntut semua pihak untuk lebih adaptif dan responsif.
Jika sinergi ini tidak dijaga secara konsisten, maka potensi konflik informasi dan kesenjangan komunikasi bisa muncul kembali. Karena itu, langkah seperti kunjungan silaturahmi ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai agenda insidental.
Penutup
Kunjungan Paguyuban Wartawan Cirebon Raya dan Yayasan Sunan Gunung Jati Kasultanan Cirebon ke Makorem 063/SGJ menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.

Dengan komunikasi yang terbuka, peran media yang konstruktif, serta dukungan tokoh masyarakat, diharapkan Cirebon Raya dapat terus berkembang sebagai wilayah yang kondusif, harmonis, dan berdaya saing.
Sinergi yang dibangun hari ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan masa depan—bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan inklusif.
(Surya Asia)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G
Post Views: 15










