Sebastien Bassong sebut Kepergian Eddie Howe Kehilangan Terbesar Newcastle

Berita24Jam.ID –

Berita Liga Inggris: Mantan bek tengah Newcastle United, Sebastien Bassong, menilai bahwa kepergian Eddie Howe merupakan kehilangan terbesar bagi The Magpies dalam dua tahun terakhir. Langkah Howe yang mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala pada bursa transfer musim panas lalu dianggap memberikan dampak yang jauh lebih merusak ketimbang hengkangnya deretan pemain bintang klub.

Gelombang perubahan besar di St James’ Park bermula saat Newcastle harus merelakan kepindahan Alexander Isak ke Liverpool pada tahun sebelumnya, usai mempersembahkan trofi Carabao Cup serta membawa tim lolos ke Liga Champions. Tanpa kehadiran penyerang asal Swedia tersebut, The Magpies tampil terseok-seok hingga terlempar ke peringkat ke-12 klasemen akhir Premier League musim lalu.

Krisis internal tim semakin memuncak pada musim panas ini setelah manajemen melepas Anthony Gordon serta Sandro Tonali, yang disusul kepindahan Bruno Guimaraes ke Arsenal. Situasi tersebut mendorong Eddie Howe mengambil keputusan dramatis untuk mundur dari kursi kepelatihan hanya 23 hari sebelum laga pembuka Premier League kontra Liverpool.

Manajemen Newcastle United bergerak cepat menunjuk Matthias Jaissle sebagai suksesor Eddie Howe. Mantan pelatih Al-Ahli tersebut dibebani tugas berat mengasuh skuad muda usai kedatangan delapan pilar anyar yang seluruhnya berusia 24 tahun atau lebih muda.

Jaissle sejatinya sempat membawa Newcastle tampil menjanjikan lewat catatan tak terkalahkan di tiga laga awal Premier League, termasuk menaklukkan Tottenham Hotspur serta menahan imbang Liverpool dan Bournemouth. Kendati demikian, performa Newcastle merosot tajam usai menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir di liga.

Melihat dinamika buruk tersebut, Sebastien Bassong memperkirakan Newcastle United bakal menjalani musim yang sangat berat. Mantan pemain Timnas Kamerun itu menegaskan bahwa lubang besar yang ditinggalkan Eddie Howe menjadi faktor utama di balik kekhawatirannya.

“Saya khawatir karena mereka memulai musim dengan lumayan baik, dan itu memberi orang-orang harapan palsu bahwa mungkin segalanya bisa berjalan ke arah yang benar. Namun dengan kepergian Eddie Howe, bagi saya, meskipun mereka telah kehilangan banyak pemain kunci dalam dua musim terakhir, kepergian Eddie Howe adalah hal paling utama,” kata Bassong kepada talkSPORT.

Sebastien Bassong menambahkan bahwa penurunan kualitas kedalaman skuad menjadi alasan logis mengapa Newcastle bakal kesulitan bersaing di papan atas musim ini. “Mereka akan kesulitan untuk alasan sederhana bahwa mereka tidak memiliki pemain yang dibutuhkan untuk tampil di level tinggi,” ujar Bassong melanjutkan.

Kendati memprediksi musim yang sulit bagi mantan timnya, Bassong meyakini dukungan fanatik dari para pendukung setia di St James’ Park bakal menjadi benteng pertahanan terakhir yang menjaga Newcastle tetap bertahan di kasta tertinggi. “Namun hal baik dari Newcastle adalah St James’ Park, The Geordies, dan basis pendukung mereka. Saya pikir berdasarkan hal itu, mereka akan memiliki energi ekstra yang memungkinkan mereka untuk tetap berada di liga dan tampil lebih baik,” tutur Bassong.

Bassong mengimbau jajaran direksi dan suporter untuk memberikan waktu serta kesabaran ekstra kepada Jaissle dalam membangun ulang kekuatan tim dari awal. “Tetapi mereka membutuhkan waktu. Mereka akan membutuhkan banyak kerja keras dan banyak kesabaran karena begitu banyak hal telah berubah, dan mereka membutuhkan waktu untuk menstabilkan itu semua,” tutur Bassong mengakhiri keterangannya.

Artikel Tag: newcastle united, eddie howe, sebastien bassong

Published by Berita24Jam.ID at https://www.ligaolahraga.com/bola/sebastien-bassong-sebut-kepergian-eddie-howe-kehilangan-terbesar-newcastle



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *