Shawn Porter Nilai Daya Tahan Pukulan Anthony Joshua Sudah Menurun
Mantan juara dunia tinju kelas welter Shawn Porter menilai daya tahan pukulan Anthony Joshua telah menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Penilaian itu disampaikan menjelang pertarungan Joshua melawan Tyson Fury yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Principality, Cardiff, pada 11 Desember.
Duel dua mantan juara dunia kelas berat tersebut akan menjadi laga utama dalam ajang Ring yang disiarkan langsung melalui Netflix.
Meski kedua petinju dinilai tidak lagi berada pada performa terbaik sepanjang karier mereka, minat penggemar tinju Inggris terhadap pertarungan ini tetap tinggi.
Sekitar 700.000 orang dilaporkan mengantre secara daring ketika penjualan tiket dibuka pada Jumat pekan lalu.
Anthony Joshua, 36 tahun, hampir membuat pertarungan tersebut batal terwujud setelah mengalami kesulitan dalam laga terakhirnya pada 5 Juli.
Petinju Inggris dengan rekor 30 kemenangan dan empat kekalahan, termasuk 27 kemenangan melalui knockout (KO), dua kali dijatuhkan pada ronde pertama oleh petinju Albania yang relatif tidak dikenal, Kristian Prenga.
Namun, Joshua mampu menghentikan lawannya pada ronde kedua.
Sementara itu, Fury, 38 tahun, memiliki rekor 36 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang, dengan 25 kemenangan melalui KO.
Meski petinju berjuluk The Gypsy King itu juga beberapa kali bangkit setelah dijatuhkan sepanjang kariernya, Porter tetap menjagokannya untuk memenangi duel tersebut.
Dalam wawancara dengan talkSPORT, Porter menggunakan analogi kecelakaan mobil untuk menggambarkan dampak pertarungan terhadap kondisi petinju.
Menurut dia, setiap laga meninggalkan dampak fisik, termasuk bagi petinju yang keluar sebagai pemenang.
Dampak tersebut, kata Porter, semakin sulit dipulihkan seiring bertambahnya usia.
“Saya pikir semakin tua usia seseorang, semakin sulit pula tubuhnya untuk pulih. Dan masih banyak hal lain yang berkaitan dengan itu. Daya tahan pukulan AJ sekarang lebih rendah daripada sebelumnya,” kata Porter.
Pertarungan Fury melawan Joshua selama ini dipandang sebagai duel antara petinju dengan kemampuan teknik dan petinju yang mengandalkan kekuatan pukulan.
Joshua pernah meraih medali emas Olimpiade, sedangkan Fury dikenal lebih adaptif dalam menerapkan strategi.
Pada 2015, Fury mengalahkan Wladimir Klitschko di Jerman melalui pertarungan 12 ronde untuk merebut gelar juara dunia kelas berat terpadu.
Ia juga menunjukkan pendekatan agresif saat menghadapi Deontay Wilder pada pertemuan kedua mereka, memanfaatkan ukuran tubuh dan kekuatannya sebelum menang melalui penghentian pada ronde ketujuh.
Meski demikian, Porter tidak memperkirakan Fury akan secara khusus memburu kemenangan KO atas Joshua.
Ia tetap membuka kemungkinan tersebut, tetapi menilai penurunan daya tahan pukulan Anthony Joshua menjadi faktor penting dalam pertarungan mendatang.
Artikel Tag: tyson fury, anthony joshua, shawn porter
Published by Berita24Jam.ID at https://www.ligaolahraga.com/tinju/shawn-porter-nilai-daya-tahan-pukulan-anthony-joshua-sudah-menurun










