Semarak Budaya 2026 Hadirkan Permainan Tradisional di Pusat Perbelanjaan Surabaya – Berita24Jam
SURABAYA, Berita24Jam.ID – Upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda dikemas dengan cara berbeda melalui gelaran Semarak Budaya 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPR RI Komisi X Reni Astuti bersama Kementerian Kebudayaan dan Komunitas Kampoeng Dolanan tersebut menghadirkan suasana permainan tradisional di tengah lingkungan pusat perbelanjaan modern.
Area yang biasanya identik dengan aktivitas belanja dan hiburan modern disulap menjadi ruang interaktif bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mencoba berbagai permainan tradisional Nusantara.
Reni Astuti mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa edukasi dan pelestarian budaya dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih segar serta dekat dengan kehidupan generasi muda.
“ Kegiatan ini menyulap area pusat perbelanjaan modern menjadi arena interaktif permainan tradisional,” kata Reni, Minggu (20/9/2026).
Menurut Reni, konsep Semarak Budaya 2026 tidak hanya menghadirkan permainan sebagai hiburan. Di balik aktivitas tersebut terdapat nilai-nilai yang dapat menjadi sarana pembelajaran, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
Berbagai permainan yang dihadirkan mengharuskan peserta menggunakan keseimbangan, konsentrasi, kemampuan berkomunikasi hingga kerja sama dengan orang lain.
Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kenangan masa kecil, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan nilai sosial dan budaya kepada generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.
Permainan Tradisional Dibawa ke Ruang Publik
Dalam kegiatan tersebut, anak muda maupun pengunjung pusat perbelanjaan yang melintas mendapat kesempatan untuk mencoba sejumlah permainan tradisional Nusantara.
Beberapa permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, bakiak, engklek, hingga dakon.
Kehadiran permainan tersebut di ruang publik modern menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan untuk membuat budaya tradisional lebih mudah dijangkau masyarakat.
Reni menilai, pengenalan budaya kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang tidak terkesan menggurui. Pengalaman langsung melalui permainan dinilai dapat membuat anak muda lebih mudah berinteraksi dengan budaya yang sebelumnya mungkin hanya mereka kenal melalui cerita atau pembelajaran.
“Budaya harus dikenalkan dengan cara yang dekat dan menyenangkan bagi anak muda. Ketika mereka diajak bermain, berinteraksi, dan mengalami langsung, budaya tidak lagi terasa jauh,” jelas Reni.
Ia mengatakan, permainan tradisional juga mengandung berbagai nilai yang penting dalam kehidupan sosial. Di antaranya kebersamaan, kerja sama, komunikasi, konsentrasi serta kegembiraan yang muncul ketika permainan dilakukan bersama.
Pendekatan seperti itu sekaligus membuka ruang agar masyarakat dapat melihat budaya Nusantara bukan sekadar sesuatu yang berasal dari masa lalu.
Budaya, menurut Reni, tetap dapat hadir dalam kehidupan masyarakat modern apabila dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Pelestarian Budaya Butuh Keterlibatan Bersama
Reni juga menekankan bahwa menjaga warisan budaya Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, komunitas memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan permainan tradisional karena mereka dapat menjadi penggerak kegiatan budaya di tengah masyarakat.
Sementara itu, pemerintah dapat memberikan dukungan agar berbagai kegiatan kebudayaan memperoleh ruang yang lebih luas dan dapat menjangkau generasi muda.
Semarak Budaya 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan budaya tradisional dengan masyarakat modern.
Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi kegiatan juga memperlihatkan bahwa aktivitas pelestarian budaya dapat dilakukan di tempat-tempat yang sehari-hari menjadi ruang berkumpul masyarakat.
Cara tersebut diharapkan dapat membuat tradisi lokal lebih mudah ditemui oleh generasi yang kehidupannya semakin dekat dengan teknologi digital.
Reni mengatakan, membawa permainan tradisional ke ruang publik merupakan salah satu langkah untuk mencegah tradisi lokal terasa asing bagi generasi muda.
Kehadiran egrang, bakiak, engklek dan dakon di tengah pusat perbelanjaan memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk mengenal kembali permainan yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tidak hanya anak-anak, pengunjung dari berbagai kalangan juga dapat melihat bahwa permainan tradisional masih memiliki ruang untuk hadir dan berkembang di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.
Budaya sebagai Identitas yang Terus Dihidupkan
Bagi Reni, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengingat berbagai warisan masa lalu. Budaya harus terus diperkenalkan, digunakan, dirayakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, kegiatan seperti Semarak Budaya 2026 diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan antara generasi muda dengan kekayaan budaya Nusantara melalui pengalaman yang sederhana dan menyenangkan.
Permainan tradisional menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai nilai yang melekat di dalamnya. Ketika masyarakat ikut bermain dan berinteraksi, proses pengenalan budaya berlangsung secara langsung tanpa harus selalu melalui pendekatan formal.
Hal tersebut menjadi penting di tengah perubahan pola interaksi masyarakat yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan dunia digital.
Reni menegaskan bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki posisi penting dalam membentuk identitas masyarakat.
“Kekayaan budaya Indonesia bukan cuma warisan masa lalu untuk diingat, melainkan identitas yang perlu terus dihidupkan dan dirayakan bersama seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Semarak Budaya 2026, permainan tradisional kembali mendapatkan ruang di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya memperkenalkan budaya dapat dilakukan dengan pendekatan kreatif, interaktif dan dekat dengan keseharian generasi muda.
Dengan melibatkan pemerintah, komunitas dan masyarakat, keberadaan permainan tradisional diharapkan tetap dapat dikenal oleh generasi berikutnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
(Sigit Santoso)
Yuk! baca artikel menarik lainnya di GOOGLE NEWS
Atau ikuti saluran Pojokredaksi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZI37C5fM5j3NDDF61G
Post Views: 5










